Senin, 07 November 2016

Cetak

Fit & Proper Test Calon Panitera Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara

Jakarta-Senin, 7 November 2016 Ditjen Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara menyelenggarakan Fit & Proper Tes Panitera Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Sebanyak 11 peserta  dipanggil untuk mengikuti tes tersebut. Mereka adalah Ilham Hamir, S.H., M.H. (PTUN Semarang), Armen Simamora, S.H. (PTUN Padang), Muhammad Irwan, S.H., M.H. (PTUN Tanjung Pinang), Sri Asmaraning Wulan, S.H., M.M. (PTUN Yogyakarta), Subejo, S.H. (PTUN Bandung), Mulyadi, S.H., M.Si., (PTTUN Jakarta), Eddy Jacob, S.H. (PTUN Manado), Apdin Taruna Munir, S.H. (PTUN Makassar), Wahidin, S.H., M.M. (PTUN Jakarta), Dolok Parulian Silaen, S.H. (PTUN Samarinda) dan Sukadi, S.H. (PT.TUN Surabaya).

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung dan dibuka oleh Dirjen Badilmiltun, Mayjen TNI Mulyadi, S.H., S.IP., M.H. yang juga merupakan salah satu penguji dalam fit & proper test tersebut. Adapun penguji lain adalah Dr. Istiwibowo, S.H., M.H. (Ketua PTTUN Jakarta), Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi, S.H., M.H. (Direktur Binganismin TUN), H. Iswan Herwin, S.H., M.H. (Inspektur Wilayah III Bawas), Sudarto Radyosuwarno, S.H. (dahulu Ketua PTTUN Jakarta). Materi yang diujikan adalah perihal visi dan misi Mahkamah Agung, tupoksi panitera peradilan tata usaha negara, hukum formil dan materiil peradilan tata usaha negara, teknologi informasi dan integritas.

Dirjen Badilmiltun menyampaikan harapannya saat pengarahan pada acara pembukaan, bahwa kegiatan fit & proper test ini dapat menghasilkan sosok panitera pengadilan tinggi tata usaha negara yang terbaik, bahwa saat ini terdapat dua satker PTTUN yang kosong, sehingga tentunya tidak semua peserta dapat lolos dam tes ini. Akhirnya Dirjen berpesan agar para peserta berusaha melaksanakan tes ini dengan sebaik-baiknya. (ns)