Peradilan Tata Usaha Negara

Rapat Evaluasi Materi dan Kegiatan Pelaksanaan Akreditasi Penjaminan Mutu Peradilan Tata Usaha Negara Tahun 2017

Jakarta - Pada hari Rabu, 1 November 2017, Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Tata Usaha Negara menyelenggarakan Rapat Evaluasi Bahan dan Kegiatan Pelaksanaan Akreditasi Peratun Tahun 2017 yang dihadiri oleh para Assessor dari Ditjen Badilmiltun. Rapat dipimpin oleh Boy Mirwadi, S.H., M.H, Hakim Tinggi PTTUN Jakarta mengantikan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi yang berhalangan hadir karena harus menghadiri agenda rapat lainnya. Didalam rapat tersebut dibahas mengenai masukan-masukan dan koreksi terhadap materi Akreditasi, termasuk juga menelaah/membandingkan Akreditasi Peratun dengan konsep penjaminan mutu dari ICCE (International Consortium for Court Excellent) dan ICPE (Indonesian Court Performance Excellent). Selain itu dibicarakan juga mengenai kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan akreditasi, yaitu pada saat Tim Assessor turun ke lapangan (ke satker Pengadilan). Diharapkan dengan adanya evaluasi ini, pada Akreditasi Peratun Tahun 2018 akan menjadi lebih baik lagi. Hasil rapat kemudian akan dilaporkan kepada Direktur untuk mendapatkan arahan selanjutnya. (ns)

Pelaksanaan Akreditasi Penjaminan Mutu PTUN Jakarta

Jakarta - Masih dalam rangkaian kegiatan akreditasi Peradilan Tata Usaha Negara, pada hari Kamis - Jumat, tanggal 19-20 Oktober 2017, Tim Akreditasi dari Ditjen Badilmiltun melaksanakan assessment di PTUN Jakarta. Tim diterima oleh Ketua PTUN Jakarta, H. Ujang Abdullah, S.H., M.Si di Ruang Ketua. Selanjutnya seluruh pegawai dan tenaga teknis di PTUN Jakarta berkumpul di Ruang Sidang Utama untuk dibacakan taklimat awal oleh Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan TUN, Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi, S.H., M.H. Selanjutnya tim langsung melakukan ssessment dengan memeriksa evidence, wawancara dan memeriksa langsung kondisi di setiap bagian. Pemeriksaan masih berlanjut keesokan harinya, dan pada sore harinya diumumkan langsung hasil akreditasi PTUN Jakarta oleh Direktur Pembinaan Tenaga Teknis. (ns)

Tim Akreditasi Ditjen Badilmiltun Melaksanakan Assesment  pada PTUN Serang

Tim Akreditasi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara kembali melaksanakan Akreditasi Penjaminan Mutu. Sesudah melaksanakan Akreditasi Penjaminan Mutu di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dan Pengadilan Tata Usaha Negara Tanjung Pinang, pada tanggal 16-18 Oktober 2017 kemarin Tim Akreditasi melaksanan assesmen di Pengadilan Tata Usaha Negara Serang.

Tim yang diketuai Bapak Boy Mirwadi, S.H. memulai rangkaian proses Akreditasi dengan melaksanakan Taklimat Awal di Pengadilan TUN Tanjung Pinang pada hari Senin tanggal 16 Oktober 2017, yang dihadiri oleh seluruh warga Pengadilan Tata Usaha Negara Serang. Sesudah Taklimat Awal, Tim Akreditasi mulai bergerak melakukan proses pemeriksaan/validasi pada semua area yang telah ditentukan hingga hari terakhir pada 18 Oktober 2017. Dalam Akreditasi ini, Tim mendapatkan beberapa temuan dan memberikan beberapa catatan serta saran perbaikan bagi Pengadilan Tata Usaha Negara Serang agar segera diperbaiki dan disempurnakan.

Rangkaian Proses Akreditasi Penjaminan Mutu di Pengadilan Tata Usaha Negara Serang ini ditutup dengan Taklimat Akhir, yang diantaranya terdiri atas Pembacaan Kesimpulan Hasil Assesment, Pemberitahuan Hasil Assesmen serta rekomendasi batas waktu perbaikan, dan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ketua Tim Assesmen dan Pimpinan Assessee tentang komitmen untuk menindaklanjuti dan memperbaiki catatan hasil temuan dalam jangka waktu yang telah disepakati.(sudarsono/hr)

Pelaksanaan Akreditasi Penjaminan Mutu PTUN Tanjung Pinang

Tim Akreditasi kembali melaksanakan Akreditasi Penjaminan Mutu kali ini dilaksanakan pada Pengadilan Tata Usaha Negara Tanjung Pinang. Tim yang diketuai oleh bapak Budhi Hasrul, S.H. tiba di Pengadilan TUN Tanjung Pinang pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2017. Acara dimulai dengan kegiatan taklimat awal  yang dibuka oleh Ketua PTUN Tanjung Pinang, Bapak H. Andri Mosepa, S.H., M.H. kemudian dilanjutkan dengan arahan oleh ketua Tim Akreditasi.

Selanjutnya tim mulai bergerak melakukan proses pemeriksaan/validasi pada 7 area yakni Manajemen Kepemimpinan Dan Sumber Daya Manusia, Pola Bindalmin Dan SOP Penyelesaian Perkara, Sarana Dan Prasarana Pengadilan, Pengelolaan SIPP Dan Aplikasi Berbasis IT Lainnya, Pelayanan Meja Informasi Dan Meja Pengaduan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Dan Biaya Proses Penyelesaian Perkara, Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu. Tim akreditasi memeriksa dengan teliti data dukung pada setiap area dan memeriksa  setiap ruangan yang ada di PTUN Tanjung Pinang. Pelaksanaan Akreditasi direncanakan masih akan dilaksanakan hingga tanggal 25 Oktober 2017. (hr)

TIM TAPM Ditjen Badilmiltun MA RI Tiba di PTUN Bandung 


Pelaksanaan Assesment Oleh Tim Akreditasi Penjaminan Mutu (TAPM) Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dipimpin Bapak Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi ,S.H., M.H. tiba di PTUN Bandung pada Hari Senin tanggal 09 Oktober 2017. Tim melaksanakan assessment pada 7 area penilaian yakni Manajemen Kepemimpinan Dan SDM, Polabindalmin Dan SOP Penyelesaian Perkara, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan SIPP & Aplikasi IT Lainnya, Meja Informasi Dan Meja Pengaduan, PNBP dan Biaya Proses Perkara, dan Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu.

Proses pemeriksaan/validasi yang dilaksanakan oleh Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara MA RI berjalan dengan sangat detil dan komprehensif, metode yang dilakukan oleh tim cukup membuat para pejabat struktural dan para staf di tiap bagian berjuang dengan cukup keras untuk dapat memenuhi permintaan dari tim agar memberikan hasil yang maksimal. Tim akreditasi juga memeriksa dengan teliti setiap ruangan yang ada di PTUN Bandung. Semua catatan temuan dirumuskan dan dirangkum untuk dipaparkan kepada satker sebagai bahan evaluasi kedepannya bagi satker.

Pada sesi akhir (taklimat akhir), Ketua Pelaksanaan Assessment, Bapak Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi ,S.H., M.H. memaparkan hasil temuan sekaligus menyampaikan harapan agar PTUN Bandung lebih keras lagi memperbaiki dan melengkapi temuan ketidaksesuaian  serta kekurangan yang ada.(hr)